Minggu lalu Aya ulangan harian yang ketiga.... sebelumnya ulangan matematikanya selalu dapat nilai bagus... tapi kali ini hasilnya tidak seperti biasanya...
Malam hari bapak yang sedang keluar kota telpon ke Aya...
" Aya... gimana ulangan matematikanya... dapat nilai berapa...? "
" Tujuh delapan pak... "
" Lho kok cuma tujuh delapan... biasanya kan sembilan puluhan... "
Dengan entengnya Aya menjawab...
" Namanya juga anak-anak paaak... "
" .... ?!?!?!?! "
Hehehe.... bapaknya spechless.... :-)
Minggu, 21 November 2010
Makan vs Pinter
Sejak kecil Aya susah banget disuruh makan... kalo makan pilih-2... sampai heran aku... anak kok tidak punya saraf lapar....
Pagi-2 setelah aku masakin soto ayam kesukaannya, dia tetap tidak mau sarapan....
" Aya... ayo makan yang banyak... nanti nggak pinter lho... "
" Lhooo.... ya tetep pinter... kan Aya di kelas memperhatikan ustadzah... kalau Aya makannya banyak tapi nggak memperhatikan... tetep aja nggak pinter...."
Waaahhhh.... kalah lagi ibunya.... :-)
Pagi-2 setelah aku masakin soto ayam kesukaannya, dia tetap tidak mau sarapan....
" Aya... ayo makan yang banyak... nanti nggak pinter lho... "
" Lhooo.... ya tetep pinter... kan Aya di kelas memperhatikan ustadzah... kalau Aya makannya banyak tapi nggak memperhatikan... tetep aja nggak pinter...."
Waaahhhh.... kalah lagi ibunya.... :-)
Sabtu, 20 November 2010
Asuransi Untuk Jiwa Siapa…
Ketika ditawarkan asuransi, seringkali kita menjawab... aku sudah punya kok… aku sudah diasuransikan kantor… aku masih muda gilirannya masih lama… bahkan ada juga yang menjawab aku gak mungkin mati… (aduuuhhh… istighfar yaa…)
Sebenarnya ada cara yang mudah untuk menolak tawaran agen asuransi yaitu kalau diri kita sudah cukup terproteksi. Taunya dari mana…? Begini caranya. Hitung pengeluaran kita perbulan. Untuk makan, minum, bayar listrik, air, telpon, internet, sekolah anak, cicilan rumah, cicilan mobil, kartu kredit, rekreasi, dll. Misal ketemu 5 juta/bulan atau 60 juta/tahun. Jika tiba-2 datang giliran kita untuk meninggalkan dunia ini, pengeluaran tadi mau tidak mau terus berjalan. Untuk sekolah, cicilan rumah tetap dibayarkan, hutang jelas harus dibayarkan dan makan minum juga nggak mungkin distop kan…Sekarang hitung semua Uang Pertanggungan (UP) dari polis asuransi yang sudah kita miliki. Yang tertanggungnya atas nama kita sendiri lho. Misal dari asuransi A 75 juta, asuransi B 200 juta, asuransi C 125 juta. Jadi totalnya 300 juta. Jika pengeluarannya 5 juta/bulan, maka UP 300 juta akan habis dalam 5 tahun. Itu belum ngitung inflasinya lhoo. FYI... idealnya UP itu minimal bisa untuk 10 tahun...
Jadi… kenapa nggak nambah UP. Toh nanti yang dapat manfaatnya kan keluarga kita. Anak-2 bisa tetap sekolah, kalau punya utang bisa buat bayar utang, bisa juga buat pegangan sementara sambil menata hidup lagi. Asuransi jiwa memang bukan buat kita, tapi ditinggalkan untuk jiwa orang-2 tercinta. Sayangnya asuransi tidak bisa dicoba dulu. Mungkin ada yang tanya... nanti kalau aku mati UP nya keluar beneran gak yaaa. Nah… yang ini jangan dicoba ya... :-)
Jumat, 19 November 2010
Rumahku Eksperimenku
Koefisien Luas Bangunan (KLB) max 60%
Luas bangunan 105 m2 dengan luas tanah yang 200 m2 jadi KLB-nya masih dibawah 60%. Sisa tanah untuk taman, carport dan ruang jemur. Kalau terpaksa memerlukan perkerasan digunakan pavingstone sehingga air tetap bisa meresap ke dalam tanah.
Tanpa AC
Sebenarnya alasan utama nggak pake AC karena aku tidak kuat terkena AC. Ndeso ya... tapi ternyata yang ndeso begini yang menguntungkan karena AC tidak ramah lingkungan, perlu listrik banyak dan menimbulkan ketergantungan. Coba lihat anak-anak sekarang, gerah sedikit saja sudah ribut.
Penggunaan pendingin alami
Yang bikin dingin adalah banyak bukaan, langit-langit yang tinggi dan adanya jalusi/krepyak di setiap sisi sehingga penghawaan silang/cross ventilation berjalan dengan sangat baik. Penghawaan buatan hanya ada di R Tidur Utama dan R Tidur Anak, itupun hanya exhaust fan yang mengeluarkan udara kotor dan kipas angin untuk membantu sirkulasi udara. Dinginnya alami dan tidak membuat kulit kering.
Hemat listrik
Karena banyak bukaan dan jendela, rumahku terang sekali jadi penggunaan lampu bisa ditekan. Dulu malah terlalu terang. Itu sebabnya warna cat interior yang tadinya warna pastel aku ganti dengan yang lebih tua supaya tidak silau.
Membentuk kebiasaan hemat energi
Pengaturan penyalaan pompa air dan setrika. Kalau pompa sudah jalan berarti sekalian isi bak mandi untuk satu hari, cuci piring, siram tanaman dan cuci mobil. Cuci baju dua kali seminggu, kalau tidak terlalu banyak ya dikerjakan manual. Setrika cukup dua kali seminggu. Bangun kebiasaan membaca untuk menggantikan tv dan jangan biasakan nonton sinetron, banyak hal yang lebih berguna bisa dilakukan selain nonton sinetron.
Aksesories Anak
Tidak perlu keluar rumah untuk bikin aksesories sebanyak ini. Cukup kumpulkan bando lama, jepit lama, karet kuncir, kelereng, dacron sisa dan tas berbahan spunbond yang sekarang sering dipakai untuk wadah kotak nasi acara selamatan atau kain katun perca.
Utak atik sebentar... jadi deh... :-)
Langganan:
Postingan (Atom)